Keripik tempenya tipis dan gurih banget, persis yang dulu dibeliin bapak tiap pulang dari Purwokerto.
Dari lapak kecil di Pasar Sokaraja.
Tahun 1987, Mbok Darmi mulai menggoreng tempe mendoan dan keripik di lapak kayu dekat pasar. Tempenya beli dari tetangga, singkongnya dari kebun sendiri, dan wajannya tidak pernah dingin sebelum jam sepuluh pagi.
Sekarang dapurnya diteruskan cucu-cucunya. Resepnya masih sama: tempe diiris tipis, adonan dibumbui ketumbar dan daun bawang, lalu digoreng dalam minyak yang selalu diganti baru.